Olla Ramlan Terduduk Lemas Usai Berjejal di Kampanye Akbar Anies-Cak Imin: Ini 10 Tips Lindungi Diri di Kerumunan

Tips & Tricks

Fun / Tips & Tricks

Olla Ramlan Terduduk Lemas Usai Berjejal di Kampanye Akbar Anies-Cak Imin: Ini 10 Tips Lindungi Diri di Kerumunan

Olla Ramlan Terduduk Lemas Usai Berjejal di Kampanye Akbar Anies-Cak Imin: Ini 10 Tips Lindungi Diri di Kerumunan

KEPONEWS.COM - Olla Ramlan Terduduk Lemas Usai Berjejal di Kampanye Akbar Anies-Cak Imin: Ini 10 Tips Lindungi Diri di Kerumunan Kampanye Akbar Anies-Cak Imin yang dipusatkan di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/2/2024) dipenuhi oleh puluhan ribu orang, termasuk para tokoh dan publik figur di Indonesia, termasuk Ol...

Kampanye Akbar Anies-Cak Imin yang dipusatkan di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/2/2024) dipenuhi oleh puluhan ribu orang, termasuk para tokoh dan publik figur di Indonesia, termasuk Olla Ramlan.

Sayangnya, meski sempat antusias berjejal di antara lautan manusia, Olla Ramlan terlihat hampir ambruk usai ikut meramaikan acara tersebut. Presenter tersebut sempat terlihat datang ke pelataran hotel di daerah Kemayoran dengan tubuh yang lemas dan muka yang memerah.

Olla Ramlan kemudian tampak duduk di trotoal depan lobi hotel untuk menunggu jemputan. Saat ditanya awak media, ia hanya bisa menunjukkan jempolnya, sambil menutupi wajahnya dengan hijab putihnya.

Kerumunan massa di dalam stadion seperti yang terlihat di kampanye akbar para pasangan capres dan cawapres hari ini memang membuat seseorang rentan kehabisan oksigen, pingsan bahkan mati lemas. Ditambah lagi kondisi cuaca yang panas dan dehidrasi.

Bahkan pada beberapa kasus, orang-orang bisa meninggal dunia dalam posisi berdiri, dan jatuh di atas tubuh orang lain yang justru memberi tekanan sedemikian rupa sehingga bernapas menjadi sesuatu yang mustahil dilakukan satu sama lain.

Kondisi Olla Ramlan tampak kelelahan di Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024). Kondisi Olla drop setelah mengikuti kampanye Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. [Rena Pangesti/Suara.com]Kondisi Olla Ramlan tampak kelelahan di Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2024). Kondisi Olla drop setelah mengikuti kampanye Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. [Rena Pangesti/Suara.com]

Selain itu, kondisi yang penuh sesak juga dapat menyebabkan psikologis tertentu pada seseorang, salah satunya merupakan rasa panik. Hal ini juga menimbulkan rasa sedak napas, hingga merasa lebih terancam dan akan berlomba untuk mencari tempat teraman.

Jadi, penting untuk bersiap dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi ini. Berikut merupakan sepuluh hal yang perlu diingat ketika Kamu pergi ke acara kerumunan besar, seperti dilansir Koreaboo.

1. Berpakaianlah dengan Nyaman dan Kenakan Sepatu yang Masuk Akal

Jangan memakai pakaian ketat atau sepatu hak tinggi saat pergi ke acara keramaian. Berpakaian yang nyaman akan memudahkan Kamu untuk bergerak ke tempat yang lebih aman bila terjadi lonjakan orang.

2. Jangan Membawa Anak-anak ke Acara yang Ramai

Anak-anak akan membutuhkan perhatian dan pengawasan, dan tidak bijaksana untuk membawa mereka ke acara-acara yang dapat mengancam jiwa bila kerumunan terlalu padat.

3. Perhatikan Semua Pintu Keluar

Sebelum pergi ke acara dengan kerumunan orang, lihat peta dan perhatikan pintu keluar dan rute pelarian potensial lainnya. Dalam keramaian, orang cenderung bergegas ke pintu keluar yang sama daripada memakai area keluar yang tersedia. Tempatkan diri Kamu di lokasi yang paling dekat dengan jalan keluar atau rute pelarian.

4. Hindari Tembok dan Penghalang Lainnya

Bersandar pada dinding atau penghalang memberikan lebih sedikit peluang untuk menjauh dari potensi lepas dari orang banyak. Korban pertama dalam "crowd-quake" biasanya merupakan mereka yang berada di dekat tembok atau pagar.

5. Buka Mata Kamu Terhadap Perubahan Kepadatan dan Pergerakan Kerumunan

Ukuran kepadatan kerumunan yang aman merupakan empat orang per meter persegi. Ini ialah saat ada cukup ruang untuk bergerak tanpa kontak fisik dengan orang-orang di sekitar Kamu.

Lebih dari itu akan menciptakan potensi kepadatan massa yang dapat menyebabkan "crowd-quake". Cobalah untuk pindah ke area yang lebih aman di dekat pintu keluar atau di belakang kerumunan setelah kepadatan kerumunan lebih dari empat orang per meter persegi.

Martyn Amos, pakar kerumunan dan profesor ilmu komputer dan berita di Universitas Northumbria, memaparkan cara mencatat ketika kerumunan menjadi berbahaya.

"Segera setelah Kamu merasa kehilangan otonomi, itulah kuncinya. Saat itulah Kamu mulai masuk dalam situasi di mana gerakan Kamu bukan milik Kamu sendiri, dan Kamu berada di bawah pengaruh fisika. Ini menjadi tantangan bagi Kamu untuk bergerak secara mandiri. Kalau Kamu bisa, singkirkan diri Kamu sendiri. Buka mata Kamu dan cari rute pelarian yang paling jelas," kata dia.

6. Tinggalkan Selagi Bisa

Semakin lama Kamu menunggu, semakin sulit untuk melarikan diri ke tempat yang aman. Tinggalkan area yang sangat padat segera setelah mulai tidak nyaman, dan selagi masih ada cukup ruang untuk bergerak.

7. Tetap Berdiri

Kalau Kamu terjebak dalam kerumunan dan tidak bisa pergi, pertahankan keseimbangan Kamu dan tetap tegak. Jikalau Kamu menjatuhkan ponsel atau tas Kamu, jangan mengangkatnya karena Kamu mungkin akan kesulitan untuk berdiri lagi. Kalau Kamu jatuh atau tersandung dan tidak dapat berdiri, ambil posisi di sisi kiri dan lindungi kepala Kamu.

Dalam keramaian, orang-orang ditekan begitu erat satu sama lain sehingga ketika seseorang jatuh, mereka juga menjatuhkan orang-orang di sekitar mereka, menciptakan efek domino. Kerusakan organ, biasanya pada paru-paru dan jantung, pendarahan internal, atau kerusakan otot dapat terjadi.

Cedera lainnya termasuk kerusakan otot, cedera tulang belakang, patah tulang rusuk, dan patah tulang. Beberapa orang yang selamat dari himpitan massa mengatakan bahwa tekanan dapat menyebabkan anggota badan menjadi mati rasa. Kerusakan otot dapat menyebabkan jaringan otot melepaskan protein dan elektrolit ke dalam darah, merusak jantung dan ginjal.

8. Angkat Tangan Kamu

Kalau Kamu terjebak dalam kerumunan yang padat, ambil posisi petinju dengan lengan beberapa sentimeter di sekitar tulang rusuk dan paru-paru sehingga Kamu bisa bernapas.

9. Hemat Energi Kamu

Jangan berteriak atau panik; tetap tenang untuk menghemat energi dan oksigen. Ikuti arus orang banyak, jangan melawannya. Jaga agar kepala Kamu tetap tegak untuk mendapatkan udara maksimal.

10. Saling Membantu

Kerumunan yang bersatu akan lebih mungkin bertahan daripada kerumunan individu. Bersikap baiklah kepada orang lain dan tawarkan bantuan jikalau memungkinkan. Ini akan menguntungkan semua orang, termasuk Kamu sendiri.

Comments